Bourse Mengumumkan Kebijakan Penangguhan Perdagangan Baru Di Pasar Ambang Beruang

Bourse Mengumumkan Kebijakan Penangguhan Perdagangan Baru Di Pasar Ambang Beruang – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan kebijakan penangguhan perdagangan baru di tengah pasar ekuitas domestik yang bergejolak setelah penyebaran coronavirus dan perang harga minyak yang terjadi kemudian.

Dalam kebijakan tersebut, diumumkan kepada publik pada Selasa malam, bursa akan menghentikan perdagangan saham selama 30 menit jika indeks utama, Jakarta Composite Index (JCI), turun lebih dari 5 persen. Jika indeks terus jatuh ke lebih dari 10 persen setelah suspensi pertama diangkat, bursa akan menghentikan perdagangan selama 30 menit.

Bourse Mengumumkan Kebijakan Penangguhan Perdagangan Baru Di Pasar Ambang Beruang

Perdagangan akan berhenti untuk seluruh sesi jika IHSG terus terjun lebih dalam dari 15 persen. Penangguhan dapat berlangsung selama lebih dari satu hari dengan persetujuan atau atas instruksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Untuk menjaga perdagangan saham yang tertib, adil, dan efisien, perlu mengubah pedoman penghentian perdagangan di Bursa Efek Indonesia,” bunyi pernyataan bursa.

Berdasarkan keputusan dewan direksi BEI 2012, bursa dapat menghentikan perdagangan saham dalam situasi darurat, seperti bencana alam, keadaan darurat politik, gangguan teknologi dan infrastruktur, serta penurunan tajam pada IHSG.

Keputusan tersebut menetapkan bahwa jika indeks anjlok 10 persen, bursa akan menghentikan perdagangan selama 30 menit. Jika penurunan berlanjut hingga 15 persen setelah penangguhan pertama, BEI akan menghentikan perdagangan untuk seluruh sesi atau lebih lama dengan persetujuan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nonbank (Bapepam-LK), sekarang OJK.

IHSG telah kehilangan 17,12 persen dari nilainya sepanjang tahun ini, dengan investor asing menjual saham senilai Rp 7,12 triliun lebih banyak daripada yang mereka beli selama periode tersebut. Indeks jatuh 6,58 persen ke level terendah tiga tahun pada Senin di tengah kekhawatiran atas penyebaran COVID-19 dan perang harga minyak yang terjadi selanjutnya antara raksasa minyak Saudi Arabia dan Rusia.

Sekarang berjinjit di ambang pasar beruang karena indeks telah jatuh hampir 21 persen dari rekor tertinggi pada Januari 2018.

IHSG menutup sesi Selasa dengan lompatan 1,64 persen pada hari Selasa dan dibuka 0,54 persen lebih tinggi pada 5,249.27 pada hari Rabu. Saham Bank Rakyat Indonesia (BRI) milik negara dan Bank Mandiri melonjak lebih dari 1 persen di sesi awal.

Penerbitan kebijakan baru ini merupakan bagian dari serangkaian upaya untuk menenangkan pasar. Pada hari Senin, BEI mengeluarkan peraturan auto-rejection baru yang membatasi harga saham turun hingga maksimum 10 persen untuk saham di semua rentang harga dari variasi 20 persen hingga 35 persen tergantung pada kisaran harga. Kebijakan itu mulai berlaku pada hari Selasa.

Bursa juga memutuskan untuk menghentikan sementara short selling pada hari Senin sampai pemberitahuan lebih lanjut untuk membantu jangkar indeks. Itu berhenti menerbitkan daftar stok yang tersedia untuk penjualan pendek dan menyarankan perusahaan pialang untuk menolak permintaan penjualan pendek dari klien mereka.

Short selling adalah strategi investasi atau perdagangan yang berspekulasi pada penurunan harga saham tertentu atau keamanan lainnya. Ini sering digunakan oleh investor dan manajer portofolio sebagai lindung nilai terhadap risiko penurunan posisi panjang dalam keamanan yang sama atau yang terkait.

Pada hari Senin malam, OJK juga mengumumkan akan memungkinkan perusahaan yang terdaftar untuk membeli kembali saham hingga 20 persen dari modal disetor tanpa pertemuan pemegang saham sebelumnya untuk mengurangi volatilitas pasar.

“Ini sebagai upaya untuk merangsang ekonomi dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan,” kata OJK dalam sebuah pernyataan. Situs Ceme Terpercaya

Juru bicara Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa total 12 perusahaan milik negara akan membeli kembali saham senilai sekitar Rp 7 triliun hingga Rp 8 triliun.

“Beberapa perusahaan milik negara percaya bahwa nilai fundamental mereka melebihi nilai transaksi di pasar,” Arya menjelaskan, menambahkan bahwa pembelian kembali telah dimulai.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *