Menteri Dalam Negeri Turki Mundur Usai Gagal Cegah Corona

Menteri Dalam Negeri Turki Mundur Usai Gagal Cegah Corona

Menteri Dalam Negeri Turki Mundur Usai Gagal Cegah Corona – Turki saat ini sedang dalam Zona Negara yang berbahaya dalam pandemi Corona Sekarang ini. Jumlah angka kasus dan juga kematian di Turki juga dinilai sangat tinggi.

Menteri Dalam Negeri Turki Mundur Usai Gagal Cegah Corona

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu yang sebelumnya menjadi aktor dalam memutuskan Turki untuk melakukan Lockdown, dan setelah aturan Lockdown diterapkan Turki menjadi ricuh dan terjadi kekacauan.

Banyak orang yang langsung menjadi panik dan berbondong-bondong berburu kebutuhan pokok yang menyebabkan Physical Distancing yang diterapkan tidak terjadi dan banyak warga yang menjadi sangat beresiko karena aturan yang dibuatnya.

Karena itu Soylu merasa sangat bertanggung jawab atas yang terjadi sehingga membahayakan ribuan warga Negara Turki tersebut mengambil keputusan untuk mengundurkan diri setelah dinilai gagal untuk mencegah penyebaran virus dan malah menambah bahaya.

Namun sebelumnya Soylu mengaku sudah mendapatkan ijin dari Presiden Negara Turki Recep Tayyip Erdogan sebelum mengambil keputusan Lockdown ini, namun langkahnya mendapatkan banyak kecaman keras dari media sosial yang menyebabkan Soylu memilih untuk mengundurkan diri.

Saat ini di Turki sendiri memiliki angka 1.006 kematian akibat Virus Corona dan kasus positif mencapai 47.029 orang yang terjangkit.

Dan saat ini Pemerintah Turki juga sudah menerapkan peratuan untuk membagikan masker secara gratis untuk menekan penyebaran virus Corona, dan menerapkan kewajiban untuk memakai masker untuk semua warganya Poker Online Pontianak.

Pemerintah Turki juga mengklaim bahwa mereka sudah menggunakan obat yang dikirimkan langsung dari China untuk mengobati pasien intensif dan berhasil menekan angka kematian.

Menurut mereka obat ini berhasil menekan angka waktu perawatan yang sebelumnya 11-12 hari menjadi hanya 4 hari saja.

Sebelumnya juga diketahui bahwa China menggunakan Chloroquine atau Klorokuin untuk mengobati pasien Covid-19 dan menemukan adanya prospek yang besar dari obat ini, namun para peneliti sepakat bahwa obat ini masih harus diteliti lebih lanjut apakah benar-benar efektif dan aman.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *