Siapkah Indonesia Jika Lockdown di Lakukan

Siapkah Indonesia Jika Lockdown di Lakukan

Siapkah Indonesia Jika Lockdown di Lakukan – Covid-19 yang masih terus menyebar di Indonesia, mengharuskan para pemerintah dan juga para tenaga mendis bekerja begitu ekstra. Tak hanya dalam menangani pasien saja namun juga berusaha agar virus tersebut tak menyebar begitu cepat. Beberapa upaya telah di lakukan pemerintah untuk memutuskan rantai penyebaran virus ini.

Siapkah Indonesia Jika Lockdown di Lakukan

Seperti menerapkan sistem jaga jarak minimal 1 meter baik di rumah dan juga di tempat keramaian, menutup atau meliburkan sekolah dari tingkat sekolah dasar hingga universitas, menutup tempat keramaian seperti tempat wisata dan juga tempat perbelanjaan, hingga membubarkan warga yang masih suka berkumpul dan menciptakan keramaian.

Meskipun semua telah di lakukan, nyatanya virus ini tetap saja menyebar dan meluas hampir seluruh kawasan di Indonesia. Bayangkan saja dari 34 provinsi yang ada di Indonesia hanya ada 2 provinsi saja yang belum terkena virus corona. Hingga awal april 2020, setidaknya sudah 2000 jiwa lebih yang telah terinfeksi virus ini, 191 jiwa yang meninggal, 150 jiwa di nyatakan sembuh dan sisanya masih harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Situasi yang semakin memburuk, membuat pilihan mengunci wilayah atau lockdown makin gencar untuk di serukan. Seperti lembaga penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), ikut menyuarakan hal ini demi menyelamatkan ekonomi Indonesia kedepannya. Namun pemerintah Indonesia sendiri enggan untuk menerima usulan lockodown.

Merasa jengkel dengan pemerintah, salah seorang ekonom menyatakan bahwa pemerintah Indonesia sangat angkuh dan tidak ingin melakukan lockdown dan tidak mau merima saran. Seolah-olah kuat dan bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi kini. Padahal sekarang sudah jelas terlihat bahwa Indonesia mengalami perlambatan ekonomi dengan satu contoh yang pasti yakni kenaikan mata uang asing ($) terhadap Rupiah (IDR).

Lonjakan ini juga berbanding terbalik juga dengan devisa negara yang terus menurun karena pemerintah telah memberlakukan sistem penutupan penerbangan keluar dan dari luar negeri. Sudah terlanjut melambat, tentunya penurunan ekonomi Indonesia akan sulit untuk di cegah dan di perbaiki dalam waktu dekat.

Itulah alasan lockdown di berlakukan agar tak hanya cepat memutus rantai penyebaran virus, namun juga bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia. Begitulah yang di sampaikan oleh salah seorang ekonom yang begitu kecewa dengan keputusan pemerintah yang belum juga mengambil tindakan lockdown. Sementara dari sisi pemerintah sendiri enggan melakukan penguncian wilayah karena memikirkan nasib banyak orang yang menggantungkan nasibnya dengan bekerja setiap hari.

Belum di lockdown saja, banyak sudah masyarakat yang mengeluh akan keadaan sekarang, apalagi nanti jika benar Indonesia lockdown, berapa banyak orang yang harus kehilangan pekerjaan nya. Pemerintah Indonesia juga berkaca terhadap negara yang tak melakukan lockdown namun berhasil bangkit dari krisis kesehatan ini. Namun ada juga negara yang melakukan lockdown tapi di nilai gagal seperti halnya Italia dan India.

Pemerintah tak ingin jika hal ini di lakukan maka bisa memicu krisis berkepanjangan dan juga bisa terjadi kerusuhan dan penjarahan barang serta makanan demi bertahan hidup. Di nilai juga oleh pemerintah, bahwa anggaran negara tak cukup untuk membiayai seluruh kehidupan masyarakat di Indonesia Game Zynga Poker.

Yang mana jika tak cukup mau tidak mau Indonesia kembali berhutang dan pastinya akan lebih sulit kembali ekonomi di masa yang akan datang. Justru yang pemerintah himbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk sadar diri dan mengingatkan satu dengan yang lainnya untuk bisa mematuhi semua peraturan dan keputusan yang telah di buat oleh pemerintah. Hingga kini belum ada jawaban lanjutan dari pemerintah yang tetap menolak untuk melakukan lockdown.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *